Kualitas Hidup (Quality Of Life) yang baik

Kualitas Hidup (QOL) didefinisikan oleh World Health Organization sebagai “persepsi individu terhadap posisi mereka dalam kehidupan, dalam konteks budaya dan sistem nilai di mana mereka tinggal, dan dalam kaitannya dengan tujuan, harapan, standar dan kepentingan” (WHO,58).  Kualitas Hidup menggabungkan dua ‘dimensi tujuan’ yaitu peningkatan hidup yang obyektif (seperti kondisi kerja, kondisi kesehatan atau standar hidup), dan peningkatan kesejahteraan (sebagaimana dinilai dengan ukuran kebahagiaan atau kepuasan) (Berger-Schmitt dan Noll, 2000).

Kualitas hidup didefinisikan dalam beberapa cara dalam literatur, namun beberapa peneliti mendefinisikan QOL memiliki beberapa dimensi kesejahteraan yang mencakup, fisik, psikologis/spiritual, sosial, interpersonal, keuangan atau materi aspek yang dapat diukur pada skala kepuasan, kepentingan, atau tekanan.  Selain itu, akhir-akhir ini juga tampak perkembangan indikator yang mengarah pada indikator nonfisik. Indikator-indikator seperti kebahagiaan, kenyamanan, kepuasan, dan lain-lain mulai dipertimbangkan sebagai indikator yang penting (Rapley, 2003)

Selama beberapa tahun terakhir, penilaian QOL telah berkembang dan menjadi suatu disiplin formal dengan dasar teoritis dan metodologi yang terstruktur (Rapley, 2003). QOL telah diakui sebagai hasil ukuran penting dalam studi pelayanan medis dan keperawatan (Burckhardt,  2003).  Penilaian QOL secara luas digunakan dalam uji klinis dan studi observasional kesehatan dan penyakit.

Beberapa literatur keperawatan cenderung menggunakan kata kesejahteraan (well-being) sebagai definisi kualitas hidup (Quality of life) (Burckhardt, 2003). Penggunaan kata kesejahteraan lebih diterima dalam keperawatan, namun juga sebagai domain dan ekspresi subyektif pribadi (Rapley, 2003)

Indikator kulitas hidup pasien adalah kepuasan pasien. Jumlah pengasuh mempengaruhi kepuasan. Semakin sedikit jumlah pengasuh wanita selama melahirkan, maka semakin besar kemungkinan ia harus puas dengan perawatan yang diterima. Berbagai faktor tampaknya mempengaruhi tingkat kepuasan yang dilaporkan, seperti karakteristik dari perawatan yang diberikan dan kondisi psikososial wanita (Van Teijlingen,2002)

Instrumen umum QOL
Instrumen umum kualitas hidup adalah World Health Organization quality of life scale (WHOQOL). WHO dengan bantuan 15 pusat penelitian di seluruh dunia, mengembangkan dua instrumen untuk mengukur kualitas hidup (WHOQOL-100 dan WHOQOL-BREF). World Health Organization quality of life scale (WHOQOL) merupakan instrumen kualitas hidup dirancang secara luas dapat dipakai untuk seluruh jenis penyakit, di seluruh perawatan medis yang berbeda atau intervensi kesehatan, dan di seluruh subkelompok demografi dan budaya. WHOQOL instrumen dapat menilai kualitas hidup dalam berbagai situasi dan kelompok penduduk.  Selain itu, modul yang sedang dikembangkan untuk memungkinkan lebih rinci penilaian populasi tertentu (misalnya pasien kanker, pengungsi, orang tua dan mereka dengan penyakit tertentu, seperti HIV / AIDS. Instrumen WHOQOL-BREF, adalah versi singkat  WHOQOL 100.  WHOQOL-BREF terdiri dari 26 item, mengukur domain luas meliputi kesehatan fisik, kesehatan psikologis, hubungan sosial, dan lingkungan, yang mungkin lebih nyaman untuk digunakan dalam studi penelitian besar atau uji klinis (Webster et al, 2010).

Tabel 2.1 Bidang-bidang quality of lifemenurut WHO

Bidang

Segi-segi Yang Berkaitan Dengan Bidang

1.Kesehatan fisik

2. Aktivitas hidup sehari-hari

3. Ketergantungan pada bahan obat dan bantuan medis

4. Energi dan kelelahan

5. Mobilitas

6.Rasa sakit dan ketidaknyamanan

7. Tidur dan istirahat

8. Kapasitas Kerja

9. Psikologis

10. Gambaran tubuh dan penampilan

11.Perasaan negatif

12. Perasaan positif

13. Penghargaan diri

14. Spiritualitas / Agama / keyakinan pribadi

15.Berpikir, belajar, memori dan konsentrasi

16. Hubungan sosial

17. Hubungan pribadi

18. Dukungan sosial

19. Aktivitas seksual

20. Lingkungan

21. Sumber daya keuangan

22.Kebebasan, keamanan fisik dan keamanan

23.Kesehatan dan kepedulian sosial: aksesibilitas dan kualitas

24. Lingkungan rumah

25.Peluang untuk memperoleh informasi baru dan keterampilan

26. Partisipasi dan kesempatan untuk rekreasi / kegiatan di waktu luang

27. Lingkungan fisik (polusi / suara / lalu lintas / iklim)

28. Transportasi.

Standar kualitas hidup kita bukan ditentukan hanya dengan seberapa besar kekayaan kita. Tapi berbagai hal mempengaruhi apa QOL kita sudah lebih baik atau tidak. Seperti pada bidang QOL oleh WHO di atas.
Sejahtera (wealth) menjadi lebih bermakna daripada sekedar Kaya (rich)
Namun pendapatan (income) pun menentukan QOL kita.

Jadi… Apakah sehat sejahtera adalah prioritas anda?

Sumber: referrensikedokteran.blogspot.co.id
fik.ums.ac.id

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s