Mengapa kencing (BAK) tidak tuntas

Pernahkah anda mengalami buang air kecil (BAK) yang tidak tuntas? Sudah BAK tapi masih ada keluar kencing lagi setelahnya sehingga mengotori celana dalam.

Atau susah BAK alias nyeri atau sakit pada perut bagian bawah saat BAK?

Meskipun anda tetap harus memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui masalah sebenarnya yang terjadi pada diri anda, namun umumnya gejala tersebut dialami oleh penderita Infeksi Saluran Kemih (ISK).

Infeksi saluran kemih (ISK) menyebabkan keluhan sering BAK (buang air kecil), nyeri, BAK sedikit-sedikit, rasa tidak lampias (rasa ada sisa setelah kencing), bisa disertai dengan perubahan warna kencing menjadi keruh atau kemerahan.
Infeksi saluran kemih dapat pula disertai dengan penyakit batu saluran kencing. 

Faktor risiko terjadi infeksi saluran kemih adalah minum sedikit, higienitas yang buruk, sering menahan BAK, dan hubungan seksual yang tidak sehat.

ISK lebih mudah terjadi pada wanita daripada pria. Secara umum, penyakit ini tidak menular. ISK disebabkan oleh beberapa jenis kuman penyakit, dan beberapa diantaranya dapat ditularkan melalui hubungan seksual.

ISK umumnya disebabkan oleh bakteri dan terbagi menjadi dua macam;

ISK atas:  gejala berupa demam, menggigil, nyeri perut, nyeri pinggang, terkadang terasa ingin muntah. Radang / infeksi terdapat pada ginjal.

ISK bawah: gejala berupa sakit di perut bagian bawah (di atas tulang kemaluan), kencing sakit terutama pada akhir kencing, anyang-anyangan atau kencing tidak tuntas dan rasa masih ingin kencing lagi, walaupun bila dicoba untuk berkemih tidak ada air kemih yang keluar, sering berkemih, dan demam jika sudah berlanjut. Radang terdapat pada kandung kemih atau saluran kemih.

Namun, infeksi saluran kemih juga dapat timbul tanpa gejala dan baru terdeteksi dari hasil urinalisis. Hasil ini pun tergantung cara penampungan sampel urin. Untuk memastikan masih adanya infeksi saluran kemih, dapat dilakukan pemeriksaan kultur urin. 

Tindakan yang dapat dilakukan pertama kali adalah meningkatkan asupan cairan (air putih) minimal 1,5-2L/hari dan tidak menahan BAK. Peningkatan asupan cairan dalam hal ini ditujukan untuk membilas kuman ataupun cikal bakal batu yang mungkin terdapat pada saluran kemih. Jangan pernah menahan kencing, segeralah ke toilet jika merasakan sensasi untuk BAK. Karena tidak ada obat yang menjamin penyakit ini tidak kambuh lagi, hal yang dapat dilakukan adalah menjaga daerah genital agar tetap kering dan bersih dan asupan cairan yang cukup. Selain hal-hal tersebut, terkadang pemberian obat-obatan juga diperlukan untuk mengatasi gejala(simptomatik) seperti untuk mengatasi nyeri ataupun demam yang menyertai dan juga untuk memberantas organisme penyebab infeksi saluran kemih tersebut. Untuk mengetahui pengobatan yang sesuai, perlu diketahui organisme penyebab yang dapat diketahui melalui pemeriksaan lebih lanjut dengan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan urinalisis.
(sumber: Klikdokter.com, dr. Suci Dwi Putri, Anggota Redaksi Medis, Kedokteran Umum)

Tes yang dilakukan untuk mendiagnosis ISK

Selain memeriksa riwayat kesehatan pasien dan menanyakan gejala-gejala yang dirasakan, dalam mendiagnosis infeksi saluran kemih (ISK), dokter juga dapat melakukan beberapa tes untuk melihat adanya bakteri atau gangguan di dalam organ-organ saluran kemih tersebut. Beberapa jenis tes tersebut di antaranya seperti tes urin dan darah, pemeriksaan dengan menggunakan CT scan, sistoskopi, serta USG.

Pilihan pengobatan untuk mengatasi ISK

Penyembuhan ISK dapat dilakukan dengan menggunakan obat-obatan antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Selain antibiotik, obat pereda nyeri seperti parasetamol juga mungkin diperlukan untuk meredakan demam atau rasa sakit yang ada.

ISK yang tergolong ringan biasanya sembuh setelah beberapa hari dilakukan pengobatan. Namun jika tergolong parah, penderita akan membutuhkan rawat inap beberapa hari di rumah sakit.

Akibat jika tidak mengobati ISK

Tanganilah secepatnya jika Anda mulai merasakan gejala infeksi saluran kemih (ISK). Jika ISK dibiarkan berlarut-larut tanpa diobati, terutama jika Anda sering mengalaminya, bukan tidak mungkin ISK dapat menimbulkan komplikasi yang tergolong serius, misalnya gangguan pada ginjal dan infeksi darah.
(Alodokter.com)

Pengobatan pelengkap

Selain obat-obatan anti nyeri dan antibiotik yang diresepkan oleh dokter, lengkapi pengobatan anda dengan konsumsi Propolis Moment.

Propolis moment sangat membantu proses penyembuhan infeksi. Bahkan aman dikonsumsi balita s.d manula.
Saya sudah membuktikannya pada anak saya usia 7tahun.
Silahkan anda coba manfaatnya propolis moment untuk kesehatan anda sekeluarga.

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s