Pencegahan dan Terapi Konjungtivitis

​Konjungtivitis adalah peradangan selaput yang meliputi bagian depan mata atau konjungtiva dan menyebabkan mata berwarna kemerahan. Konjungtivitis awalnya hanya menjangkiti satu mata, namun biasanya setelah beberapa jam akan menjangkiti kedua mata.

Konjungtivitis memiliki gejala seperti mata berair dan terasa gatal. Selain itu, jika konjungtivitis terjadi akibat alergi, terkadang muncul lapisan lengket pada bulu mata.

Perawatan dan diagnosis konjungtivitis sejak dini bisa membantu membatasi penyebaran karena konjungtivitis merupakan penyakit yang dapat menular.


Penyebab Konjungtivitis

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan konjungtiva mengalami peradangan dan munculnya penyakit konjungtivitis. Berikut ini adalah beberapa penyebabnya:

  • Konjungtivitis alergi atau reaksi alergi terhadap tungau debu atau serbuk sari.
  • Konjungtivitis iritasi yang terjadi akibat mata terkena unsur penyebab iritasi seperti sampo, air berklorin, atau bulu mata yang menggesek mata.
  • Konjungtivitis infektif atau infeksi yang terjadi akibat virus atau bakteri.


Perawatan Konjungtivitis

  1. Obat tetes mata antibiotik bisa digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri pada konjungtivitis yang parah, namun kebanyakan konjungtivitis tidak memerlukan perawatan karena biasanya gejala akan hilang dalam dua pekan.
  2. Bersihkan kelopak dan bulu mata dengan menggunakan kapas dan air dari lapisan yang lengket atau berkerak. Sebelum gejala konjungtivitis hilang, jangan memakai lensa kontak terlebih dulu.
  3. Usahakan untuk menghindari pemicu alergi. Pengobatan dengan antihistamin biasanya digunakan untuk mengatasi konjungtivitis alergi. Untuk mencegah penyebaran, hindari berbagi penggunaan handuk atau bantal, dan cucilah tangan secara rutin.

Segera temui oftalmologis atau dokter spesialis mata jika gejala yang dialami cukup parah dan tidak kunjung sembuh. Dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan lanjutan mengambil sampel cairan kental dari mata yang terinfeksi untuk dianalisis.

Berikut ini adalah beberapa kondisi parah yang memerlukan pemeriksaan lanjutan:

  • Kornea membengkak dan muncul luka terbuka atau disebut dengan keratitis.
  • Membengkaknya lapisan tengah mata yang menyebabkan sakit kepala, mata berair, dan terasa sakit. Kondisi ini disebut dengan iritis.
  • Menderita glaukoma akut yang menyebabkan munculnya tekanan pada mata dan rasa sakit.

Komplikasi Konjungtivitis

Kebanyakan konjungtivitis yang terjadi tidak menimbulkan masalah kesehatan serius, tapi bisa menimbulkan frustrasi, terutama pada penderita konjungtivitis alergi.

Walau jarang terjadi, komplikasi konjungtivitis bisa menimbulkan masalah serius, seperti jaringan parut pada mata akibat konjungtivitis alergi yang parah. Selain itu, penyakit infeksi lain yang lebih parah, seperti meningitis, bisa muncul jika infeksi penyebab konjungtivitis  menyebar.
NUTRISI yang diperlukan untuk pencegahan dan terapi terhadap Konjungtivitis.

Konjungtivitis bisa dicegah dan di terapi dengan mengkonsumsi paket Nutrisi dari Moment, yaitu:

  1. Moment Propolis dan
  2. Moment Haxanthin

Produk tersebut di atas sangat membantu memenuhi nutrisi untuk mata sebagai anti bakteri, anti inflamasi, anti virus dan Antioksidan tinggi. Selain dapat menjadi terapi kesembuhan, juga sebagai pencegahan agar tidak terjadi komplikasi yang lebih besar.

Cara pemakaian di minum rutin setiap hari. 

Propolis: 3x sehari, @7tetes. 

Haxanthin: 1-2 kapsul sehari.  

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s