Bagaimana menyembuhkan Alergi Sperma ? 

Pernahkah anda mendengar seseorang didiagnosa alergi sperma? 

Alergi sperma benarkah seseorang bisa alergi terhadap sperma? Lalu bagaimana menjalani pernikahan? 

Saat saya mendengar hal ini beberapa tahun lalu pun berpikir ini hal yang aneh. Dan saya berpikir betapa menderitanya si istri karena alerginya tersebut. Karena alergi sperma ini juga menyebabkan gatal-gatal pada organ kewanitaannya dan tentunya juga tubuh menolak sperma yg masuk sehingga menghambat terjadinya kehamilan .

Secara medis, jika ingin hamil salah satu caranya adalah inseminasi buatan. Dan biayanya luar biasa besar. Karena sebelum proses inseminasi juga harus melalui tahap-tahap proses medis yang tidak sebentar. Seperti serangkaian tes lab untuk memastikan alerginya benar terjadi. Lalu serangkaian proses pembersihan sperma. Lalu inseminasi. Dan 1 kali inseminasi tidak berarti langsung jadi berbuah loh. 

Dalam jargon medis, kondisi alergi sperma ini dikenal sebagai seminal plasma hypersensitivity. Alergi ini dipicu oleh protein dalam air mani.

Ada beberapa reaksi yang akan dialami oleh wanita dengan alergi terhadap air mani ini. Gejala-gejala berikut ini akan mereka alami saat atau setelah mengalami hubungan seksual. Gejala-gejalanya antara lain:

✔pembengkakan Mrs.V

✔kemerahan atau gatal-gatal

✔rasa terbakar atau panas di sekitar Mrs.V

✔lecet

Gejala ini biasanya terjadi dalam waktu 20-30 menit setelah bersentuhan dengan air mani. 

Gejala-gejala ini dapat berlangsung selama berjam-jam atau bahkan berhari-hari. Jika memang Anda mengalami hal ini, solusi terbaiknya adalah dengan meminta pasangan mengenakan kondom untuk meminimalisir kontak dengan air mani dan konsultasikan dengan dokter kulit dan kelamin.

Alergi ini biasanya dialami wanita pada saat pertama kali berhubungan seks. Namun ternyata tidak hanya wanita yang bisa mengalami alergi ini. Para pria juga ada yang alergi dengan air mani mereka sendiri. Gejalanya biasanya mereka akan segera merasakan gejala flu seperti demam, pilek, kelelahan dan juga mata terbakar segera setelah mereka mengalami ejakulasi. Kondisi ini juga secara medis disebut disebut sebagai sindrom penyakit pasca orgasmik. Untungnya gejala dapat diobati melalui terapi hyposensitisation atau imunoterapi alergen.

Walaupun gejala ini dapat dikendalikan namun alergi ini dapat menimbulkan masalah serius bagi pasangan yang ingin mendapatkan keturunan. Sensitivitas terhadap sperma selama hubungan seksual bisa sangat menghambat kemungkinan seorang wanita untuk hamil. Namun, masalah ini bisa diatasi jika pasangan memilih solusi untuk inseminasi buatan atau fertilisasi dalam vitro untuk hamil. Kedua proses memerlukan pencucian sperma sebelum inseminasi, sehingga membersihkan air mani dari alergi yang disebabkan protein.

Dalam proses pembuahan, alergi sperma ini menyebabkan tubuh perempuan melawan dan melumpuhkan sel sperma yang masuk ke dalam serviks (leher rahim) dan uterusnya (rahim). Itu sebabnya, alergi sperma bisa menghambat kehamilan. 

Lalu, bagaimana cara mengatasi alergi sperma? Saat berkonsultasi dengan dokter, dokter akan menangani perempuan dengan terapi untuk alergi sperma. 

1. Gunakan kondom

Bila Anda belum ingin menimang momongan, reaksi alergi sperma bisa dicegah dengan menggunakan kondom setiap kali berhubungan intim. Penggunaan kondom saat berhubungan intim akan mencegah cairan mani dan sel sperma berkontak dengan dinding vagina dan menimbulkan berbagai reaksi alergi.

2. Terapi steroid

Mengatasi alergi sperma juga bisa dilakukan dengan terapi steroid, yaitu pemberian obat-obatan untuk menekan sistem ketahanan tubuh, termasuk menekan reaksi antibodi tadi dengan obat-obatan, dalam bentuk tablet atau suntikan.

3. Teknologi Reproduksi Berbantu (TRB)

Bila Anda mengalami alergi sperma tapi ingin cepat hamil, mintalah suami melakukan pencucian sperma. Suami akan diminta melakukan masturbasi, kemudian dilakukan analisis dan pencucian pada cairan mani yang keluar

Ini dilakukan untuk memisahkan sperma yang baik dari protein cairan mani dan zat lain yang dapat mengganggu proses pembuahan.

Selanjutnya, Anda dapat memilih untuk menjalani Teknologi Reproduksi Berbantu (TRB), yaitu dengan teknik Inseminasi Intra uterin (IUI) atau bayi tabung (IVF). Pada teknik iseminasi intra uterin, sel sperma yang telah dibersihkan tadi akan disuntikkan langsung ke dalam rahim menggunakan alat semacam pipet.

Sedangkan pada teknik bayi tabung, sel sperma yang baik akan membuahi satu atau lebih sel telur, yang sebelumnya telah diambil dengan operasi laparoskopi perempuan di laboratorium.

Selanjutnya, hasil pembuahan yang telah berhasil baru ditanamkan kembali ke dalam rahim.

Apakah ada terapi lain yang bisa membantu reaksi alergi terhadap sperma? 

 ADA.

Dengan mengkonsumsi produk nutrisi dari Moment yang mengandung Algae dan Propolis dengan antioksidan. Rasa gatal pada mrs.V juga bisa dikurangi dengan Pantyliner Softly. Sedangkan untuk menambah imunitas tubuh dan menstabilkan hormon, dapat dibantu dengan produk dengan L-Glutahione dan StemCell serta yang mengandung L-Carnitine.

Pilihlah untuk berkonsultasi dan memesanan produk MOMENT di member-member MOMENT resmi terpercaya yang memiliki ID member. Sehingga informasi dan produk yang anda peroleh adalah asli dan bisa dipercaya. 

Salam sehat dan sejahtera untuk anda semua.

Mila Hayati

Leader Moment

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s